Berakhlak Mulia, Santri Cendekia

Selasa, 17 Januari 2017

Dua Gawe Besar Pondok Pesantren

Sidoarjo, 17.01.17 Dalam rangka mempersiapkan dua pekerjaan besar Pondok Pesantren yaitu ujian nasional bagi santri peserta wajardikdas/kejar paket dan Musabaqah Qiraatul Kutub yang rencananya bulan Agustus mendatang ditingkat nasional akan diselenggarakan di Balekambang Jepara, Kanwil Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur menggelar Rapat Kordinasi dengan seluruh Kepala Seksi PD Pontren Kementerian Agama Kab/Ko se Jawa Timur. 

Acara yang digelar di Aula Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur ini diwarnai keluh kesah daerah dalam mengupayakan keikutsertaan santri peserta program kejar paket dalam ujian nasional mendatang. Kebijakan pemerintah melalui Dinas Pendidikan yang mengharuskan peserta ujian harus masuk dalam data Dapodiknas ternyata terlambat direspon oleh Kementerian Agama. H. Mas'ud selaku Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur, menjanjikan bantuan penyelesaian masalah ini dengan secepatnya berkordinasi bersama Diknas Propinsi.

Beralihnya wewenang jenjang sekolah setingkat SMA termasuk Kejar Paket C yang belum terkordinasikan dengan Kementerian Agama yang membawahi Pondok Pesantren penyelenggara Kejar Paket membuat pesantren terlambat mendaftarkan santrinya ke dalam program Dapodik. HM. Naim selaku Kepala Seksi yang membawahi program wajib belajar pendidikan dasar dan kejar paket meminta seluruh kab/ko mengirimkan data santri peserta ujian untuk kemudian diusulkan untuk segera masuk program dapodiknas. 

Selain pembahasan tentang ujian nasional, rapat kerja juga membahas persiapan Musabaqah Qiroatul Kutub yang menurut draf petunjuk pelaksanaannya akan terjadi pembengkakan peserta dari 46 cabang lomba, menjadi 72 cabang lomba.  Musabaqah yang rencananya akan diselenggarakan selama 9 hari ini, juga akan menggelar Eksebisi atraksi pembacaan nadzam yang diiringi dengan musik. (ach)

0 komentar:

Posting Komentar