Berakhlak Mulia, Santri Cendekia

Pesantren antara Ilmu dan akhlak

Pesantren adalah kelanjutan metode pengajaran dan pembelajaran RasuluLLah kepada ahlussuffah dengan mengedepankan bahasa contoh tidak sekedar teori.

Santri dan Nilai-Nilai Kebangsaan

Sejak masa perjuangan kemerdekaan, pesantren adalah poros penting sebagai basis pejuang. Karenanya santri akan senantiasa menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.

Gudang Mahakarya Keilmuan

Ulama-ulama pesantren di Nusantara sejak dahulu telah mengharumkan nusantara di dunia keilmuan Islam melalui berbagai mahakarya keilmuan yang mereka susun dalam berbagai macam kitab.

Pentingnya Pesantren dan Madrasah Diniyah

Pesantren dan Madrasah Diniyah menempa para santri untuk mampu menyeimbangkan ilmu dan amal demi kepentingan Dunia dan Akhirat

Obyek Ilmu dan Tempat Menggali Ilmu

Ciri khas Pesantren adalah Kemandirian dan Kesederhanaan, bagi santri pesantren setiap yang terlihat adalah obyek ilmu dan setiap tempat adalah tempat meraih ilmu manfaat.

Kamis, 28 Desember 2017

Persyaratan Izin Operasional Majelis Taklim

1. Surat Permohonan Piagam Ijin Operasional ditujukan Kepada Kepala Kantor Kementerian
    Agama Kota Malang
2. Profil Majelis Ta’lim
3. Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim
4. Visi dan Misi Majelis Ta’lim
5. Riwayat Hidup Pengasuh Majelis Ta’lim
6. Konsentrasi Kitab-kitab yang diajarkan
7. Inventaris yang di miliki
8. Sumber dana / keuangan Pengelola Majelis Ta’lim Surat Keterangan Tanah ( jika ada)
9. Akte Notaris Yayasan ( jika ada)
10. Denah Lokasi Majelis Ta’lim
11. Surat Keterangan Domisili dari Kelurahan setempat
12. Surat Rekomendasi dari KUA setempat

Blangko yagn dibutuhkan untuk keperluan memenuhi syarat diatas dapat didowload disini

Persyaratan Pendirian Madrasah Diniyah Takmiliyah


1. Surat Permohonan Piagam Ijin Operasional ditujukan Kepada Kepala Kantor Kementerian
     Agama Kota Malang
2. Profil Riwayat Pendirian Diniyah Takmiliyah
3. Data Lembaga Diniyah Takmiliyah (Form.terlampir)
4. Susunan Pengurus Lembaga Diniyah Takmiliyah
5. SK. Kepala dan Pengajar Diniyah Takmiliyah
6. Data Kepala dan Pengajar Lembaga DiniyahTakmiliyah (form. terlampir)
7. FC. Ijazah terakhir Kepala dan Pengajar Lembaga Diniyah Takmiliyah
8. FC. KTP Kepala dan Pengajar Lembaga Diniyah Takmiliyah
9. Lampiran Data Pengajar (form. terlampir)
10. Lampiran Data Santri ( form. terlampir)
11. Surat Keterangan Tanah ( jika ada)
12. Akte Notaris Yayasan (jika ada)
13. Surat Keterangan Domisili Lembaga dariKelurahan setempat
14. Denah Lokasi
15. Surat Rekomendasi dari KUA setempat

 Blangko yang dibutuhkan dapat di download disini

Persyaratan Pengajuan Izin Lembaga Pendidikan Quran

  1. Surat Permohonan Piagam Ijin Operasional di tujukan Kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang
  2. Profil Riwayat Pendirian Pendidikan Al Qur’an
  3.  Data Lembaga Pendidikan Al Qura’an (Form. Terlampir)
  4. Susunan Pengurus Lembaga Pendidikan Al qur’an
  5. Sk. Kepala dan Pengajar LPQ
  6.  Data Kepala dan Pengajar Lembaga Pendidikan Al Qur’an (Form. Terlampir)
  7.  Fc. Ijazah terakhir Kepala dan Pengajar lembaga pendidikan Al qur’an
  8.  Fc. KTP Kepala dan Pengajar Lembaga Pendidikan Al Qur’an
  9.  Fc. Syahadah kepala atau pengajar, di keluarkan oleh lembaga tertentu yang menggunakan metode pembelajaran tertentu ( jika ada)
  10. Lampiran Data Santri ( Form. Terlampir)
  11. Surat Keterangan Tanah ( Jika ada)
  12. 12.  Akte Notaris yayasan (Jika ada)
    13.  Surat Keterangan Domisili lembaga dari kelurahan setempat
    14.  Piagam Organisasi Induk Pembina ( jika ada)
    15.  Denah Lokasi
    16.  Surat Rekomendasi dari KUA setempat
Contoh blangko dapat di download disini


Jumat, 20 Oktober 2017

Mengapa Yani Membasmi Santri Kyai Mahfudz?

Pejuang Kemerdekaan Yang Terzhalimi (3)
KH. MAHFUDH SOMALANGU KEBUMEN
SURAT RAHASIA LETKOL ACHMAD YANI TENTANG IDEOLOGI-POLITIK KH. MAHFUDH SOMALANGU
Ini surat rahasia Letkol Achmad Yani kepada atasannya, Panglma Divisi Diponegoro, Jawa Tengah, pada 1 Februari 1950 -- kemudian dimuat dalam buku biografi Jend Achmad Yani. Surat ini memberi assessment politik-kemiliteran tentang KH Mahfudh sebelum digelar operasi militer besar-besaran pada Agustus 1950 menumpas AOI. 

Surat ini, didasarkan pada para informan dan intel Yani di sekitar Kebumen, sudah cukup menggambarkan segenap orientasi ideologis-politik tokoh NU, guru tarekat dan komandan AOI ini.
Membahas surat ini bisa jadi satu buku sendiri untuk melihat bahwa inilah sebetulnya ideologi Islam Nusantara, ini pula haluan politik kebangsaan NU untuk NKRI, seperti dipantulkan oleh kiprah heroik almaghfurlah Kiai Mahfudh. Kita simak isi surat Yani itu:

1. Sikap AOI sudah clear soal kebijakan Re-Ra atau Re-Ra (restrukturisasi dan rasionalisasi) tentara. Tidak ada masalah. Tapi mengapa AOI dihabisi? Surat ini menyebut AOI memiliki suplai logistik senjata yang menakutkan (1 banding 3). Bandingkan kasus serupa di Jawa: sejumlah kiai mantan komandan laskar disuruh kembalikan senjata. Banyak kiai tidak mau karena pertimbangan keamanan. Akhirnya ada yang dipenjara seperti KH Dhofir Jember.
Dalam surat Yani itu disebut keberatan Kiai Mahfudh untuk dilucuti senjata dan dipecah-pecah anggota laskarnya: terjaminnya rasa aman bagi warga dari "ancaman Westerling, Darul Islam, dan bahaya merah".

2. AOI dianggap elemen "liar" dalam TNI oleh aparat militer. Karena itu harus dibersihkan. Argumen Yani: ada faksi kecil dalam AOI yang bikin masalah. Elemen kecil ini yang harus dibereskan agar tidak bikin masalah. misalnya ada yang menuduh: elemen kecil itu gabung ke DI/TII.
Catatan:
Tuduhan "DI/TII" bagi para mantan komandan laskar rakyat adalah justifikasi apriori bagi aparat militer untuk membabat elemen-elemen tentara (dari laskar rakyat santri-kiai) yang tidak mau nurut sama atasan di pusat. Kasusnya banyak. Datanya ada. Seperti Kiai Revolusioner KH Abu Syuja'i Tegal, (santri Hadlratusysyekh KH Hasyim Asy'ari), ditangkap bersama anak buahnya, karena tuduhan mematikan seperti ini.

3. Analisis Yani atas sosok-pribadi Kiai Mahfudhh yang disebutnya "Romo Pusat" -- sebutan ini layak dianalisis panjang. Mengapa ada sebutan "Pusat"? Mengapa Yani menyebut beliau "Diktator Kecil", "Ego-Sentris", "semua keinginan Romo Pusat sudah jadi hukum sendiri"? Bandingkan stereotip seperti yang hampir sama diberikan oleh anak-anak kampus modern... stereotip dalam konteks power struggle lalu dibaptis sebagai hal yang ilmiah ke dalam ranah akademik . (Tentu saja semua itu adalah fitnah keji dan stigma buruk yang sengaja disematkan kpd Kiai Mahfudzh Somalangu untuk dijadikan alasan bagi TNI agar bisa menghabisi Kiai Mahfudh Somalangu dan AOI).

4. Bagian 2 surat Yani ini penuh dengan semangat "power struggle" dalam lingkup TNI waktu itu. "Power struggle" antara siapa dan siapa, kelompok yang mana dengan yang mana? Yani tidak mau terus terang dalam surat itu. Tapi kalau kita pakai analisis struktural dan dekonstruksi (tafkik) jelas tergambar di sana pertarungan itu: faksi KNIL vs faksi PETA, faksi tentara pro-Hatta-Nasution (yang setuju hasil KMB) vs pro Sri Sultan Hamengkubuwono (anti KMB, kelanjutan visi "tentara rakyat" Jend. Sudirman), faksi laskar santri vs tentara kader Barat. Surat Yani yang menyebut kedekatan Kiai Mahfudh dengan Sultan Yogya itu (pernah jadi menteri pertahanan yang ikut mengkader anggota laskar dan tentara pro Jend Sudirman) menunjukkan problematik faksionalisasi dalam tubuh tentara itu. Maka Yani diminta oleh atasannya untuk membereskan salah satu faksi terkuat anti Hatta-Nasution, yaitu AOI di Keresidenan Kedu.

5. Surat Yani juga menyebut politik-keagamaan Kiai Mahfudh yang menuntut pesantrennya diberi status "tanah perdikan" -- sebuah simbol kemerdekaan yang dulu dinikmati para komunitas pesantren di Jawa di era Kompeni. Seperti status Pondok Sukorejo Situbondo yang diberikan tentara NICA sebagai tanah "heilige", tanah kramat, yang tidak boleh diganggu (makanya banyak anggota laskar berlindung di pondok Kiai As'ad itu). Tapi rezim Sjahrir hingga Hatta masa itu sudah menghapus status tanah seperti ini. Sehingga mengundang banyak protes di kalangan kiai. Status tanah ini dianggap berbahaya secara ekonomis (bagirezim kapitalis), seperti halnya AOI berbahaya, kalau independen dan nasionalis, bagi rezim militer pro kapitalis global atas nama "profesionalisme".
Kayaknya A Yani tidak paham soal seluk-beluk tanah perdikan atau tanah pamutihan ini.

6. Bagian kesimpulan surat Yani di atas sangat spesifik tentang garis politik kebangsaan Kiai Mahfudhh dan AOI-nya: politiknya mengikutri model Masyumi-nya Hadlratusy Syekh KH Hasyim Asy'ari, strategi militer nasionalnya mengikuti model Laskar Hizbullah-Sablillah pimpinan KH A. Wahab Chasbullah dan KH Masjkur; dan strategi militer operasionalnya sangat menentang gerakan pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) pimpinan SM. Kartosuwirjo.
7. Usulan A. Yani kepada atasannya: kompromi, berunding atau jalan damai. Aksi militer hanya dilakukan untuk faksi kecil AOI yang disebutnya "gerombolan liar".  Tapi mengapa kemudian pada 1 Agustus 1950, enam bulan setelah surat Yani itu, justru yang terjadi sebaliknya: di luar dari usulan Yani di atas.. yakni operasi besar-besaran menghabisi total semua orang AOI ...! Itu berarti power struggle dalam tubuh TNI saat itu sangat keras, hingga satu faksi anti AOI juga bertindak keras ..

Pertanyaan berikut yang harus diangkat: “Mengapa malah Yani mau jadi komandan operasi militer itu? Apa Yani sedang "bermain" untuk mengendarai aksi penumpasan AOI sebagai kartu "political game" ke faksi-faksi dalam tentara? Sehingga bisa tampil sebagai tokoh baru di luar dari faksi lama yang terus bertikai itu?”

Karir cemerlang Jend. Yani -- mengalahkan pamor Jend. A. Haris Nasution, dirangkul Amerika di tahun 1950an-1960an, hingga disebut-sebut calon pengganti Soekarno -- membuktikan sendiri apa isi jawaban pertanyaan kita itu ...
Foto Dafid Fuadi.Foto Dafid Fuadi.Foto Dafid Fuadi.Foto Dafid Fuadi.Foto Dafid Fuadi.

Ahmad Yani Membasmi Laskar Santri

Pejuang Kemerdekaan Yang Terzhalimi (2)
KIAI MAHFUDH SOMALANGU KEBUMEN
Ini silsilah al Maghfurlah Kiai Mahfudh Somalangu, Komandan Laskar AOI (Angkatan Oemat Islam) yang ditakuti tentara KNIL Belanda. Usai perjanjian KMB yang diteken Moh. Hatta Desember 1949, tentara KNIL digabung ke TNI kita yang kebanyakan kader PETA dan laskar rakyat.

Kiai Mahfudh protes masuknya KNIL ke TNI. Menuntut sisa sisa laskar rakyat diintegrasikan ke TNI, bukan malah memasukkan eks tentara Belanda ke tentara nasional kita. Tapi ya itulah maunya Hatta dengan kolaborasi beberapa agen Kompeni dan pihak pro pemerintahan bersih Hatta, katanya.

Pas Eks KNIL masuk Jawa Tengah dengan segenap peralatan tempur mereka yang canggih, target pertama mereka adalah balas dendam atas Kiai Mahfudh dan AOI-nya di tahun 1950. Pintarnya strategi Hatta dan KNIL, yang dipakai untuk menggebuk AOI adalah putra Kebumen sendiri yaitu Achmad Yani, kader PETA dan teman seperjuangan Kiai Mahfudh sendiri dalam revolusi kemerdekaan.

Tulisan setelah ini akan bahas laporan surat rahasia A. Yani ke atasannya tgl 1 Februari 1950 tentang sosok Kiai Mahfudh dan kiprahnya sebagai tokoh NU, visinya ttg NKRI, anti Darul Islam Kertosuwiryo dan jasanya selama perjuangan kemerdekaan. Apa boleh buat, pada 1 Agustus 1950 A. Yani sendiri pimpin operasi pembasmian AOI. Anggota pasukannya eks tentara KNIL ...!

Sejak itu hampir semua tokoh NU membenci A. Yani sampai 1965. Dan A. Yani juga punya agenda membersihkan orang-orang NU dari pemerintahan jika memegang kekuasaan.
SILSILAH KEPENGASUHAN PONDOK PESANTREN AL-KAHFI SOMALANGU, Sumberadi, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia.

1. Sayid As_Syekh Muhammad 'Ishom Al Hasani/Sayid As_Syekh Abdul Kahfi Awwal Al Hasani (1424-1609) Makam di Lemah Lanang, Kebumen.
2. Sayid As_Syekh Muhtarom Al Hasani(1473-1677) Makam di Gabudan, Solo.
3. Sayid As_Syekh Jawahir Al Hasani (1504-1684) Makam di Kudus.
4. Sayid As_Syekh Muhammad Yusuf Al Jawahiri Al Hasani As_Sulasi, Makam di Kudus.
5. Sayid As_Syekh Hasan Al Indis/ Sayid As_Syekh Hayatul Hukmi Al Hasani.
6. Sayid As_Syekh Tajul 'Arifin Abdul Karim Al Jawahiri Al Hasani, Makam diGujarat, India.
7. Sayid As_Syekh Fathurrohman Al Jawahiri Al Hasani, Makam di Somalia.
8. Sayid As_Syekh Misbahus Siraj Al Jawahiri Al Hasani, Makam di Sulawesi.
9. Sayid As_Syekh Muhammad Yusuf Al Jawahiri Al Hasani (1728-1817) Makam di Bulus Pesantren, Kebumen.
10. Sayid As_Syekh Zaenal 'Abidin Al Hasani (1473-1677) Makam di Bulus Pesantren, Kebumen.
11. Sayid As_Syekh Muhammad MarwanAl Hasani (1795-1868) Makam di BulusPesantren, Kebumen.
12. Sayid As_Syekh Ibrahim Mahmud AlHasani/Sayid As_Syekh Abdul Kahfi Atsani (1824-1915) Makam di Lemah Lanang, Kebumen.
13. Sayid As_Syekh Abdurrahman Al Hasani (1855-1938) Makam di Jeddah, Saudi Arabia.
14. Sayid As_Syekh Mahfudhz Al Hasani (1901-1950) Makam di Selok, Cilacap.
15. Sayid As_Syekh Chanifuddin Al Hasani (1936 -1983) Makam di Lemah Lanang, Kebumen.
16. Al Ustadz Sayid 'Afifuddin Chanif Al Hasani (Pengasuh Pesantren Al_Kahfi Somalangu Periode Sekarang)

Baca Juga : Mengapa Yani Membasmi Santri Kyai Mahfudz?

Kamis, 19 Oktober 2017

Pejuang Kemerdekaan Yang Terzhalimi



Foto Dafid Fuadi.
oleh Ahmad Baso
KIAI MAHFUDH SOMALANGU KEBUMEN
Ini adalah foto foto penghancuran laskar rakyat KH Mahfudh Somalangu Kebumen di tahun 1950-an. Laskar pengasuh Pesantren Somalangu ini dikenal berjasa bagi NKRI ini selama revolusi kemerdekaan.

Tapi mengapa muncul kebencian di kalangan tentara kader KNIL dan orang puritan kayak Hatta dan importir kiri kayak Amir Sjarifuddin untuk menyingkirkan beliau agar tidak masuk ke dalam jajaran TNI? Hanya gara gara akal-akalan tidak punya ijazah formal kayak sekolah anak ingusan?
Saya menangis melihat foto-foto ini sambil mengenang al Maghfurlah Kiai Mahfudh. 

Saya pertama kali kenal nama beliau dari tulisan Gus Dur di tahun 2006 yang menyebut beliau dan 
soal ijazah itu. Lalu saya baca uraian sok ilmiah Kuntowijoyo dalam buku Paradigma Islam tentang AOI (Angkatan Oemat Islam) pimpinan Kiai Mahfudh. Kesimpulannya bikin saya meradang: Gerakan AOI pantas gagal karena pahamnya NU, ndeso, mistis, khurafat, tradisionalis, bla bla bla bla bla .... [vonis vonis yang biasa kita temukan dalam kampus kampus islami plus modern katanya]
Foto Dafid Fuadi.
Nah pas melihat foto ini: ternyata penghancuran laskar santri Kiai Mahfudh oleh Overste [Letkol] Achmad Yani memang sistematis.. bukan cuma menghancurkan anggota laskarnya hingga habis, tapi juga menghancurkan reputasi dan nama baik Kiai Mahfudhh.. Lihat orang-orang diajak untuk menyaksikan sendiri: “ini lho bukti kelompok teroris itu”... “ini base camp latihan militer mereka”.. “ini pahamnya”... “ini pondoknya”.. “ini ajaran pendukung darul islam mereka” ....bla bla bla... “jadi jangan tanya kalau kami habisi mereka” ....
Foto Dafid Fuadi.Sejarah kita memang perlu ditulis ulang.. karena yang menang dan membumihanguskan nama baik Pondok Somalangu itu dalam kasus itu yang menulis sejarah ... hingga diabsahkan sebagai ilmiah dan obyektif oleh sejarawan model Kuntowijoyo ...
Yang ngaku anak anak santri Kebumen mari tulis kembali sejarah almaghfurlah KH Mahfudh ...
Yang bukan wong Kebumen mari bacakan al-Fatihah 100 X buat Kiai Mahfudh Somalangu dan untuk ratusan santri-santri anggota laskar beliau yang mati syahid bela Aswaja dan NKRI ini ....

Foto Dafid Fuadi.Foto Dafid Fuadi.

Lihat foto Letkol A. Yani dengan mantapnya menghipnotis penduduk akan bahayanya AOI Kiai Mahfudh ... Lihat juga para korban yang disebutnya sebagai korban pemberontakan teroris batalyon yang join sama AOI.. tapi tidak difoto korban ratusan anggota laskar AIO yang mati syahid itu...!!!





Baca Juga : Ahmad Yani Membasmi Laskar Santri

sumber foto: Propinsi Djawa-Tengah
Volume 3 dari Republik Indonesia, Republik Indonesia
Pengarang Indonesia. Departemen Penerangan 
Penerbit Kementerian Penerangan, 195?

Shalawat Badar Karya Kepala Kantor Kementerian Agama


Image result for KH. Ali Mansur Banyuwangi (cucu KH. Muhammad Shiddiq Jember Jawa Timur)

Oleh : Dafid Fuadi (Direktur Aswaja NU Center Kabupaten Kediri Jatim)
SHALAWAT BADAR adalah bait-bait syair yang berisi shalawat dan tawassul kepada Rasulullah SAW dan sahabat Ahli Badar (para sahabat yang ikut Perang Badar) yang dilantunkan dengan lagu yang khas. SHALAWAT BADAR ini disusun oleh KH. Ali Mansur Banyuwangi (cucu KH. Muhammad Shiddiq Jember Jawa Timur) pada tahun 1960 an. KH. Ali Mansur saat itu menjabat Kepala Kantor Departemen Agama Banyuwangi, sekaligus menjadi Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Proses tersusunnya SHALAWAT BADAR ini penuh nilai2 spiritual yang hanya diberikan kpd para waliyullah.
Pada suatu malam, KH. Ali Mansur tidak bisa tidur. Hatinya merasa gelisah karena memikirkan situasi politik yang semakin tidak menentu dan sangat merugikan NU. Orang-orang PKI semakin leluasa mendominasi kekuasaan dan berani membunuh para kyai di beberpa tempat. Karena para Kyai NU dianggap sebagai musuh PKI. Sambil merenung, KH. Ali Mansur terus memainkan penanya di atas kertas, menulis syair-syair dalam bahasa Arab. Beliau sudah dikenal mahir menyusun syair berbahasa Arab sejak masih belajar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri Jawa Timur.
Kegelisahan KH. Ali Mansur berbaur dengan rasa heran, karena malam sebelumnya beliau bermimpi didatangi orang2 berjubah putih-hijau. Semakin mengherankan lagi, karena pada saat yang sama istri beliau bermimpi bertemu Rasulullah SAW.
Keesokan harinya mimpi itu ditanyakan pada Habib Hadi Al-Haddar Banyuwangi. Habib Hadi menjawab: “ Itu Ahli Badar, ya Akhy.” Kedua mimpi aneh yang terjadi secara bersamaan itulah yang mendorong beliau menulis syair, yang kemudian dikenal dengan SHALAWAT BADAR itu.
Keheranan muncul lagi karena keesokan harinya banyak tetangga yang datang ke rumah beliau sambil membawa beras, daging, dan sebagainya, layaknya akan mendatangi orang yang akan punya hajat mantu.  Mereka bercerita, bahwa pagi-pagi buta, pintu rumah mereka didatangi orang berjubah putih yang memberitahukan bahwa di rumah KH. Ali Mansur akan ada kegiatan besar. Mereka diminta membantu. Maka mereka pun membantu sesuai dengan kemampuannya.
“Siapa orang yang berjubah putih  itu?” Pertanyaan itu terus mengiang dalam benak KH. Ali Mansur tanpa jawaban. Malam itu banyak orang bekerja di dapur untuk menyambut kedatangan tamu, yang mereka sendiri tidak tahu siapa, dari mana dan untuk apa.? Menjelang matahari terbit, serombongan habaib dipimpin oleh Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi dari Kwitang Jakarta, datang ke rumah KH. Ali Mansur.
“Alhamdulillah………,” ucap KH. Ali Mansur ketika melihat rombongan yang datang adalah para habaib yang sangat dihormatinya.
Setelah berbincang basa-basi, membahas perkembangan PKI dan kondisi politik nasional yang semakin tidak menentu, Habib Ali Al Habsyi menanyakan topik lain yang tidak diduga sebelumnya oleh KH. Ali Mansur: “ Ya Akhy! Mana syair yang ente buat kemarin? Tolong ente bacakan dan lagukan di hadapan kami-kami ini!”
Tentu saja KH. Ali Mansur terkejut, sebab Habib Ali ternyata sudah mengetahui apa yang dikerjakannya semalam. Namun beliau memaklumi, itulah karomah yang diberikan Allah kepada Habib Ali.
Segera saja KH. Ali Mansur yang dikenal mempunyai suara merdu mengambil kertas yang berisi SHALAWAT BADAR hasil gubahannya semalam, lalu melagukannya di hadapan mereka. Para Habaib mendengarkan lantunan SHALAWAT BADAR dengan khusyuk. Tidak sedikit dari mereka yang meneteskan air mata karena haru. Selesai mendengarkan lantunan SHALAWAT BADAR, Habib Ali Al Habsyi segera bangkit seraya berkata “Ya Akhy….! Mari kita perangi genjer-genjer PKI itu dengan SHALAWAT BADAR…!”.
Setelah Habib Ali Al Habsyi memimpin doa, lalu beliau dan rombongan mohon diri. Sejak itu SHALAWAT BADAR dikenal sebagai shalawat yang mendampingi perjuangan warga NU dalam menghadapi arogansi PKI .
Selang beberapa hari, Habib Ali Al Habsyi mengundang KH. Ali Mansur dan KH. Ahmad Qusyairi Pasuruan (paman KH. Ali Mansur) serta para habaib dan ulama datang ke Kwitang, Jakarta. Di forum istimewa itulah SHALAWAT BADAR untuk pertama kalinya dikumandangkan di depan umum.
Selanjutnya SHALAWAT BADAR selalu dilantunkan di berbagai kegiatan NU, di Masjid, Mushalla, Pesantren, Majelis2 Pengajian dsb dan dikenal masyarakat luas.
Keberkahan SHALAWAT BADAR ini sudah banyak terbukti sebagai wasilah dalam mengatasi berbagai problem umat.